Kemalangan Jamingan terjadi, Minggu (9/1/2011) malam saat di rumahnya. Tanpa diketahui sebabnya, Yulianto tiba-tiba masuk dan menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis golok.
Mendapatkan serangan mendadak Jamingan berusaha kabur keluar rumah. Namun sial, korban yang saat itu mengenakan sarung tak dapat leluasa kabur dan berhasil ditangkap pelaku, yang langsung menyabetkan golok berulang kali. Akibat bacokan secara membabi buta, korban mengalami luka di punggung, lengan, pergelangan tangan dan rahang.
Aksi pembacokan ini baru berhenti setelah sejumlah tetangga korban dan pelaku
berusaha melerai. Korban yang terluka langsung dilarikan ke RS HVA Toeloengredjo, Pare, sementara pelaku diamankan di rumahnya dan dilaporkan ke polisi.
"Dari laporan warga, selanjutnya kami datang dan mengamankan pelaku di rumahnya. Kami juga mengamankan bendo (sebutan lain dari golok) dari tangan pelaku," kata Kapolsek Kapung AKP Heri Siswanto, saat ditemui wartawan di Mapolsek, Senin (10/1/2011).
Heri menambahkan, pihaknya saat ini masih memeriksa intensif kepada korban. Meski begitu, motif di balik aksi penyerangan masih belum bisa diungkap. "Informasi sementara ada dendam antara pelaku dan korban. Tapi seperti apa itu, kami masih dalami," sambungnya.
Sementara informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, pelaku kesal dengan korban lantaran menduganya memiliki ilmu santet. Pelaku menduga kematian anaknya beberapa saat lalu sebagai akibat dari perbuatan korban.
"Makanya seperti saya katakan tadi, informasinya memang ada dendam diantara
keduanya. Tapi apakah itu ada kaitannya dengan santet, kami masih mendalaminya," timpal Heri menyikapi beredarnya kabar aksi penyerangan berlatar belakang ilmu santet.
(fat/fat)










































