Pembongkaran terpaksa dilakukan setelah dinding sungai sisi timur yang menjulang tinggi longsor. Kondisi itu dampak dari sambaran petir keras yang menghantam jembatan bersamaan dengan hujan deras mengguyur kawasan setempat, Kamis (6/1/2011) petang.
Diduga petir menyambar jembatang karena banyaknya tali kawat besi berukuran jari kelingking orang dewasa, yang terpasang dan berfungsi untuk menahan badan jembatan.
"Disambar petir mas, tapi justru tanahnya yang longsor," jelas Kliman (55), seorang warga yang mengaku tinggal di dekat jembatan gantung, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (7/1/2011).
Lebar longsoran mencapai sekitar 40 meter yang juga menggerus pondasi jembatan. Bahkan, ujung jembatan sisi Timur terlihat seolah menggantung karena tidak ada pondasinya.
Di bawahnya, terdapat bongkahan batu cadas bekas longsoran dari dinding sungai. Sebab itu, warga bahu membahu membongkar jembatan agar kerugian materi tidak bertambah besar. Warga memilih menyelamatkan jembatan, sebelum jatuh ke dasar sungai sedalam 70
meter.
Sebelum rusak, jembatan gantung ini menghubungkan Dusun Seneposari dengan Dusun/Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Semenjak dibangun puluhan tahun lalu, jembatan ini dimanfaatkan sebagai jalur untuk mengangkut hasil pertanian.
"Jembatan ini sangat bermanfaat, tapi sementara waktu kami harus memutar ke arah selatan untuk berbelanja di Pasar Sukorejo," kata Agus warga lainnya, yang turut gotong royong membongkar jembatan.
Karena longsor terlalu lebar, warga berencana mencari lokasi lain untuk membangun jembatan. Mereka berharap, pihak terkait dapat memberikan bantuan materi agar pembangunan segera terlaksana.
(fat/fat)











































