Usaha Bangkrut, Warga Situbondo Bacok Kepala Sendiri

Usaha Bangkrut, Warga Situbondo Bacok Kepala Sendiri

- detikNews
Jumat, 07 Jan 2011 12:47 WIB
Situbondo - Lantaran usahanya mulai bangkrut, H Sukandar (60) warga Lingkungan Kotakan Utara, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, nekat membacok kepalanya sendiri dengan sebuah kapak di rumahnya, Jumat (7/1/2011).

Percobaan bunuh diri itu dilakukan korban pukul 05.00 WIB pagi tadi. Saat itu dirinya sudah ditemukan bersimbah darah di sumur dekat rumahnya. Pertama kali yang menemukan adalah Sumawi (50) yang tak lain adalah istrinya.

Kala itu, Sumawi mendengar suara orang merintih di kamar mandi dekat rumahnya, setelah dilihat, ternyata suaminya sudah terkapar di lantai dengan kepala mengalami luka parah.

Melihat suaminya bersimbah darah, dengan dibantu tetangga dan kerabatnya, wanita itu segera melarikan suaminya ke rumah sakit. Karena lukanya cukup serius, H Sukadar terpaksa menerima puluhan jahitan di kepala, diketahui, kepala pria paruh baya itu
mengalami luka hingga selebar 15 cm, bahkan tulang tengkorak kepala retak.

Keluarga sendiri awalnya mengira jika H Sukandar menjadi korban perampokan, ternyata diperoleh informasi jika pria berpredikat haji itu memang sengaja ingin menghabisi nyawanya sendiri. Kepada polisi H Sukadar mengaku membacok sendiri kepala dengan
sebuah kapak.

"Dari hasil olah TKP, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda jika korban hendak dihabisi oleh orang lain, hal itu diperkuat dengan pernyataan korban kepada anggota kami, yang menyatakan memang membacok kepala sendiri," ujar Kasat Reskrim AKP Sunarto, kepada detiksurabaya.com.

Sementara istri korban menerangkan, jika dirinya menemukan secarik kertas yang ditulis H Sukadar, dalam kertas itu korban menulis jika dalam satu dua hari ini, akan mati karena dipanggil sang kuasa.

"Memang usaha keluarga kami sedang anjlok, mungkin dia terus kepikiran," tutur Sumawi singkat, saat berbincang dengan detiksurabaya.com.

Sumawi menerangkan, sudah beberapa hari suaminya terlihat sering melamun dan menyendiri, tak jarang H Sukadar sering ngomel sendiri.

Diketahui, kesehariannya H Sukadar adalah pengusaha kapur, dan terakhir belakangan ini usahanya mulai bangkrut. Padahal, usaha itu satu-satunya mata pencaharian bagi H Sukandar untuk menghidupi keluarganya. Sejauh ini korban belum bisa diminta keterangannya, karena kondisi psikisnya sedikit mengalami gangguan.

"Analisa sementara tim medis, korban mengalami depresi berat," tutur dr Anis, tim
medis yang menangani korban.

(fat/fat)
Berita Terkait