Selain itu, ambruknya musola bernama As Sholihin di Dusun Tambak Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan itu atap 3 rumah warga. Ketiga rumah itu memang berhimpitan dengan musola yang dibangun H. Soleh (62), warga setempat.
Ketiga korban adalah Fifin (6), Nurhayati (5), dan Laila (4). Ketiganya terlihat masih shock akibat kecelakaan itu.
"Meski lukanya tampak ringan, namun ketiga korban tampak shock dan tidak mau ditemui banyak orang," kata H.Soleh, saat ditemui di lokasi, Jumat (7/1/2011).
H.Soleh mengaku ikut membantu biaya pengobatan ke-3 korban itu. Menurut H.Soleh, musola berukuran 8x8 M itu merupakan bangunan baru dan berumur 4 tahun. Musola itu ambruk menjelang adzan Maghrib, Kamis (6/1/2011).
"Mungkin ambruknya atap dan dinding musola itu lantaran kesalahan konstruksi," tutur H.Soleh.
Meski memakan korban luka, namun musibah ambruknya musola itu tidak diselidiki pihak kepolisian. Warga sekitar tampak membantu membersihkan puing bangunan, terutama bagian kayu yang tertancap paku agar tak membahayakan warga.
Sebagai pengurus pembangunan musola, H.Soleh berjanji akan kembali membangun Musola As Sholihin itu. "Pembangunan kembali sudah harus selesai sebelum bulan puasa mendatang. Biar warga bisa mendirikan salat tarawih bersama di musola itu," pungkas H.Soleh. (wln/wln)










































