Fenomena alam tersebut membuat warga yang tinggal di lokasi itu makin ketakutan. Jumlah pengungsi pun terus bertambah. Dari angka 136 KK yang mengungsi pada Senin
(2/1/2011), kini angkanya naik menjadi 155 KK.
"Curah hujan semakin banyak berdampak juga pada longsor yang semakin parah. Oleh karena itu warga makin waspada untuk mengungsi," ujar Misnadi, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Kalikuning kepada wartawan, Rabu (4/1/2011).
Makin bertambahnya jumlah pengungsi juga kian menyulitkan penanganan. Sebab, tempat yang tersedia untuk penampungan sangat terbatas. Akibatnya mereka harus rela berjubel tinggal di rumah sanak saudara mereka yang jaraknya cukup jauh dari lokasi.
Soal wacana relokasi, ujar Misnadi, pihak pemerintah desa sejauh ini belum menentukan sikap. Di Dusun Sono sendiri, lanjut Musnadi, memang masih ada lahan yang tersisa. Hanya saja, kondisinya tidak layak dijadikan pemukiman karena berada di puncak gunung dan juga rawan bencana.
"Disana juga berpotensi bencana petir dan angin kencang. Tentunya hal itu nantinya justru lebih beresiko bagi warga," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































