"KNKT juga kita undang datang hari ini, untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut," kata Kapolres Malang Kota, Agus Salim, kepada wartawan di mapolres Jalan Jaksa Agung Suprapto, Rabu (5/1/2011).
Mantan Kapolres Bangkalan ini menuturkan, untuk pemeriksaan sementara, pihaknya baru meminta keterangan 7 saksi. Mereka terdiri dari petugas KA, stasiun, dan warga. "Sampai kini belum bisa diketahui adanya kesengajaan. Apabila diketahui ada unsur
kesengajaan atau kelalaian, bisa kita tetapkan sebagai tersangka," tegasnya.
Hasil penyelidikan KNKT nanti, kata dia, bisa juga menjadi pertimbangan petugas dalam mengungkap kecelakaan ini. "Kami harapkan hari ini KNKT bisa datang," harapnya.
Sementara itu, empat gerbong KA Gajayana yang menghantan tiga rumah warga telah selesai dievakuasi petugas KA dengan menggunakan KA Craine Kumbokarmo, Rabu sekitar pukul 10.15 WIB. Dua gerbong telah ditarik ke Stasiun Besar Malang. Sedangkan dua gerbong lagi masih diparkir di jalur aman Stasiun Kotalama.
Belasan petugas Daops VIII Surabaya masih terlihat sibuk, meskipun gerbong telah dapat ditarik kembali. "Gerbong sudah selesai kita evakuasi," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Malang, Irfan Karsidi.
Pemandangan sama juga terjadi di kediaman Misno (56), rumah paling parah diseruduk gerbong hingga mengakibatkan M. Nur Rosid (2,5) putranya meninggal dunia. Sejumlah warga nampak terlihat membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. (bdh/bdh)











































