PVMBG: Tanah Bergerak di Pacitan Diduga Curah Hujan Tinggi

PVMBG: Tanah Bergerak di Pacitan Diduga Curah Hujan Tinggi

- detikNews
Selasa, 04 Jan 2011 17:50 WIB
Surabaya - Gerakan tanah yang terjadi di Dusun Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Senin (3/1/2011) diperkirakan berupa retakan yang berada di pemukiman. Penyebabnya diduga kuat karena curah hujan terlalu tinggi.

Selain itu sistem drainase yang ada diduga kurang baik. Demikian antara lain tanggapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang diterima detiksurabaya.com dari Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Mulyono, Selasa (4/1/2011) sore.

Dalam tanggapan bernomor: 009/45/BGL.V/2011 yang dikirim kepada Pemkab
Pacitan melalui fax dan ditanda tangani Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono tersebut dijelaskan, secara umum daerah bencana dan sekitarnya berupa perbukitan yang agak terjal hingga terjal.

Bantuan penyusun di daerah tersebut berupa batuan Formasi Arjosari. Antara lain terdiri konglomerat, batu pasir, batu lanau, batu gamping, batu lempung batu pasir berbatuapung dan lain sebagainya. Daerah Kalikuning, juga terdiri Batuan Formasi Jaten dan Formasi Wuni yang terdiri dari konglomerat, batu pasir konglomeratan, batu pasir tufan, tuf, batu lanau dan lain-lain.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Provinsi
Jawa Timur Bulan Januari 2011 yang dikeluarkan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, daerah Kalikuning termasuk zona potensi terjadi bencana tanah menengah sampai tinggi.

Artinya, di wilayah tersebut dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal.Terutama pada daerah dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan tinggi dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Menyusul terjadinya bencana alam yang memaksa 136 KK mengungsi tersebut, Tim
Tanggap Darurat Gerakan Tanah menyatakan siap diberangkatkan ke lokasi. Tujuannya untuk mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah. Selain itu, tim juga akan memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana serta memberikan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah kepada masyarakat.

Menanggapi bencana yang terjadi, pemkab mengimbau warga yang tinggal di lokasi rawan bencana agar kedepan pindah ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah sendiri akan memfasilitasi relokasi dengan memberikan dana stimulan bagi warga untuk membangun ditempat yang baru. Dananya sendiri akan diambilkan dari Anggaran tak Terduga pada Pos APBD.

"Demi keamanan sebaiknya warga pindah ke tempat yang aman. Namun tetap di
dusun itu," ujar Ketua BPBD Mulyono saat berbincang dengan detiksurabaya.com.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini