Penurunan aktivitas vulkanik gunung yang terkenal eksotik di Jatim ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika. Pihaknya mengabarkan bahwa gemuruh dan gempa tremor terhitung menurun signifikan.
"Meskipun aktivitas Bromo dapat dikatakan menurun pasca erupsi Selasa lalu, statusnya masih Siaga. Namun, suara gemuruh dan gempa tremor tergolong menurun signifikan," kata Gede Suantika, saat dihubungi detiksurabaya.com.
Terkait penurunan aktivitas vulkanik ini, lanjut Gede, pihaknya tidak menepis jika kepulan asap disertai materi pijar lainnya masih keluar mengarah ke timur yakni menuju Lumajang. Batu kerikil dan suara gemuruh masih sering terdengar hingga kawasan pemukiman.
"Tapi, asap cokelat pekat masih mengepul bersama beberapa material pijar lainnya seperti batu kerikil. Asap dan material pijar masih mengepul hingga 800 meter,"
pungkasnya. (wln/wln)











































