Tanah Labil, Ratusan Warga di Pacitan Mengungsi

Tanah Labil, Ratusan Warga di Pacitan Mengungsi

- detikNews
Minggu, 02 Jan 2011 20:41 WIB
Pacitan - Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Sono, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan terpaksa meninggalkan rumahnya. Mereka mengungsi setelah lahan tempat tinggalnya bergeser terbawa longsor atau labil.

"Awalnya terdengar suara gemuruh dan terasa ada getaran seperti gempa. Mungkin itu berasal dari lapisan batu yang jatuh dan saling berbenturan," kata Kepala Desa Kalikuning, Sukatman dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (2/1/2011) malam.

Secara teknis, kondisi pemukiman seluas hampir 150 hektar tersebut memang cukup berbahaya. Sebab letaknya di dataran tinggi dan terdapat lereng di pinggir dan tanahnya labil. "Lereng itulah yang terus bergerak ke bawah," imbuhnya.

Gerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba itu mengakibatkan kerusakan pada rumah warga. Sebagian besar mengalami retak pada bagian pondasi dan tembok. Bahkan tidak sedikit yang kerusakannya mencapai 80 persen.

Bukan itu saja, fenomena alam yang konon merupakan peristiwa terbesar sejak tahun 1958 itu juga merusak fasilitas umum. Jalan desa putus, satu jembatan rusak berat dan satu bangunan sekolah tak dapat difungsikan.

Selain itu, gunturan tanah bercampur batu yang turun dari lereng menutup sungai dibawahnya hingga menciptakan bendungan setinggi hampir 30 meter. Jika tanggul jebol, dikhawatirkan air bah menghantam ratusan KK yang tinggal di dusun seberang yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi.

Saat ini sekitar 136 KK diungsikan ke rumah rumah sanak saudara yang lebih aman. Sebagian warga berlindung di tenda pengungsian yang didirikan pihak pemkab.

Pemerintah setempat langsung membuka dapur umum untuk para pengungsi. "alam situasi seperti ini mereka tentunya tidak sempat memikirkan makan. Karena semua menyelamatkan diri," kata Marwan, Kapala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pacitan kepada wartawan di lokasi.

Selain itu, lanjut Marwan, pihaknya juga menerjunkan sedikitnya 30 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana). Para tenaga terlatih itu selain menyalurkan bantuan juga bertugas membantu evakuasi korban maupun harta benda yang tersisa. (fat/fat)
Berita Terkait