"Yang membeliĀ para pembeli ternak dari Probolinggo, bukan gubernur. Gubernur hanya memfasilitasi saja," kata Kepala Humas dan Protokoler Pemprov Jatim, Gunarto, saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (1/1/2011).
Secara simbolis, 20 ekor sapi dijual warga kepada pembelinya dengan harga Rp 5 juta per ekornya. Tetapi secara keseluruhan, kata Gunarto, ada lebih dari 100 sapi yang dijual dengan harga Rp 5 - Rp 6 juta. Warga yang menjual sapi tidak hanya dari Desa Ngadirejo saja, tetapi juga dari wilayah lain seperti Ngadisari dan Sukapura.
"Warga tanpa ada paksaan menjual ternaknya daripada mati karena tidak adanya
rumput yang mati karena terkubur abu vulkanik," tambah Gunarto.
Selain memfasilitasi penjualan ternak, Pemprov Jatim melalui Kabupaten Probolinggo juga menyerahkan bantuan kepada setiap keluarga yang terkena dampak abu vulkanik. Bantuan tersebut berupa 15 kg beras, 1 dus mie instan dan 1 dus air mineral.
"Bantuan tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak kemarin tetapi masih berlanjut sampai sekarang," tandas Gunarto. (iwd/fat)











































