Gubernur Minta Warga Bromo Lebih Utamakan Keselamatan

Gubernur Minta Warga Bromo Lebih Utamakan Keselamatan

- detikNews
Jumat, 31 Des 2010 14:18 WIB
Gubernur Minta Warga Bromo Lebih Utamakan Keselamatan
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan Rp 2 Miliar untuk penanganan bencana Gunung Bromo. Anggaran tersebut diserahkan melalui Pemkab Probolinggo sebagai komando tim tanggap darurat. Warga diminta tidak perlu resah, namun diminta patuh.

"Dana yang diajukan Rp 2,7 Miliar, tapi setelah diverifikasi ketemunya Rp 2 Miliar. Dan Rp 1 Miliar sudah kita transfer," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat bertemu wartawan di kantornya, Jl Pahlawan, Surabaya, Jumat (31/12/2010).

Menurut Soekarwo, masyarakat yang menjadi lahan pertaniannya rusak akibat abu yang disemburkan Bromo tidak perlu resah. "Yang pasti kita pikirkan warga yang saat ini tidak bisa bekerja dan kerugian yang diderita," tambah Soekarwo. Penanganan bencana ini kata dia, juga melibatkan pemerintah pusat, tambahnya.

Pakde Karwo, demikian biasa dipanggil, mencontohkan bahwa pertanian yang tanamannya rusak nantinya akan mendapatkan bibit dari pemerintah. "Termasuk warga yang membersihkan genteng maupun jalan raya yang penuh abu mendapat Rp 50 ribu perorang," tegasnya.

Tak hanya itu, hewan ternak warga yang mati pun akan mendapatkan kompensasi. Bahkan warga yang berniat menjual ternaknya akan difasilitasi sesuai harga di pasaran. "Perkilonya Rp 23 ribu, sesuai pasar. Yang ditimbang hewannya, bukan dagingnya," kata dia.

Pemerintah juga memberikan perhatian penuh kepada warga yang tempat tinggalnya rusak maupun ambruk. "Rumah roboh akan dibangunkan kembali," katanya.

Namun yang terpenting kata Pakde Karwo, masyarakat yang tinggal di wilayah yang rawan dan berbahaya diminta untuk kooperatif dengan kebijakan yang diambil tim tanggap darurat. Sebab bencana tidak bisa diprediksi.

"Yang terpenting adalah keselamatan jiwa. Jadi kita harus kerjasama, bila sudah ada rekomendasi mengungsi ya dituruti," kata Pakde Karwo menanggapi kerusakan yang terjadi di Desa Ngadirejo Sukapura yang cukup parah.

Gunung Bromo beberapa hari ini mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Semburan abu dan pasir semakin deras dan diikuti suara bergemuruh. Namun status Bromo masih belum dinaikan menjadi awas dari siaga.

(gik/gik)
Berita Terkait