Data yang dihimpun Pos Pemantau Gunung Bromo di Cemorolawang, tercatat mulai pukul 00.00 WIB dini hari hingga pukul 12.00 WIB, gunung eksotik yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo ini tercatat mengalami gempa tremor dengan amplitudo 15-30 mm. Sedangkan ketinggian semburan abu vulkanik mencapai 1.000 hingga 2.000 meter.
Pengamatan detiksurabaya.com, Bromo abu vulkanik mengarah ke timur laut atau ke Kabupaten Probolinggo dan Lumajang sesekali terdengar suara letusan dari dalam kawah.
Suara itu sering terdengar selama Bromo dalam fase Erupsi. Suara itu berasalĀ dari benturan antara batu dari dalam kawah yang naik, namun tidak keluar karena terbentur batu di atasnya sehingga menimbulkan suara tersebut.
"Tapi, sejak letusan dan suara gemuruh kemarin, sejauh ini masih terpantau normal," kata Petugas Pos Pemantau Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Ahmad Subhan kepada detiksurabaya.com, Kamis (30/12/2010).
Subhan menyebutkan, dua kali letusan dahsyat yang terjadi kemarin sore mengakibatkan overscale (tidak tercatat dalam seismograf). Dua kali letusan tersebut masing-masing terjadi pukul 17.09 WIB dan berakhir pukul 18.04 WIB. Lalu disusul letusan kedua pukul 18.26 WIB dan berakhir pukul 18.53 WIB.
"Semuanya itu disertai gempa vulkanik dangkal dengan aplitudo maksimal 40 mm," tandas Ahmad Subhan.
Bahkan, pukul 12.50 WIB, detiksurabaya.com sempat mendengar suara gemuruh dari arah kawah Bromo dengan disertai lontaran batu pijar yang jatuh di sekitar anak tangga gunung eksotik di Probolinggo, Jawa Timur. (wln/wln)











































