Mereka sempat mengungsi di kantor kecamatan dan posko pengungsian yang disiapkan Tim Tanggap Darurat Gunung Bromo. Warga ke rumah mulai pukul 04.00 WIB. Mereka balik ke rumahnya masing-masing dengan menggunakan truk polisi.
"Warga memilih untuk kembali sejak dini hari tadi. Karena melihat kondisi sudah aman. Meski sampai saat ini di desa mereka masih diguyur hujan abu," kata Petugas Tagana Kabupaten Probolinggo, Hendro kepada detiksurabaya.com di Posko Pengungsian di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Kamis (30/12/2010).
Pantauan di lapangan, para warga yang sempat mengungsi tampak membersihkan atap rumah mereka yang tertutup abu bercampur pasir yang keluar dari perut Bromo.
Beberapa petugas kesehatan yang menggunakan mobil terlihat berkeliling di sekitar desa sambil membagikan masker kepada warga. Ketebalan abu di atap rumah warga mencapai 10 centimeter.
Sementara itu gunung yang dikenal eksotik itu terus mengeluarkan abu berwarna cokelat pekat. Abu itu mengarah ke arah Probolinggo. Hal ini berpengaruh terhadap desa-desa yang ada di sekitarnya.
(wln/wln)











































