Karena kondisi Bromo yang dinilai berbahaya, wisatawan pun tak bebas berkunjung ke kawasan itu. Polres Probolinggo melakukan sosialisasi soal penutupan salah satu kawasan wisata andalan di Jatim.
"Sejak Bromo mengalami peningkatan aktivitas Senin 21 Desember lalu, kami sudah memberikan sosialisasi. Hingga hari ini sudah tidak terlihat wisatawan resmi
yang mengunjungi Bromo," kata AKBP Zulfikar saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (24/12/2010).
Namun, pihaknya tidak bisa menjamin ada wisatawan lain yang mampu menembus larangan untuk masuk ke kawasan itu. Menurutnya, sosialisasi penyetopan wisata selama ini juga telah dibantu polsek setempat. Menurutnya, jika masih ada wisatawan yang memaksa, itu bukan wisatawan resmi.
"Yang pasti kami sudah mengimbau, bila ada wisatawan yang ada di sekitar Bromo, itu bukan wisatawan resmi," tandasnya.
Sementara itu, beberapa pihak hotel juga telah memilih untuk menolak reservasi dari wisatawan. Ketebalan abu dan kondisi jalan yang semakin licin dianggap sudah membahayakan aktivitas wisata.
(wln/wln)











































