Kondisi itu dimanfaatkan warga untuk menjual jasa mengantar melalui jalur alternatif. Ongkosnya bervariatif, Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu.
Bagi yang tergiur agar tak terjebak kemacetan, pun akhirnya memilih lewat jalan tikus. Banyak kendaraan pribadi maupun bus yang menerobos jalur alternatif sebelum exit tol Porong.
Kemacetan ini dipicu volume kendaraan yang cukup besar, seiring dengan liburan bersama hari Natal dan weekend. Sebaliknya arus lalu lintas di jalur sebaliknya, arah utara atau ke arah ke Surabaya terlihat normal.
(gik/wln)











































