Dua warga yang luka parah yaknni Rujik (45) dan Sundar (70). Bahkan Sundar dilarikan kje Puskesmas Merakurak, karena mengalami pendaraan akibat tertimpa atap.
Sedangkan rumah rusak parah hingga rata dengan tanah adalah milik Rasam (49), Darkun (50), Samsuri (45), Samsi (45) dan Rasimah (60). Kerusakan rumah di Dusun Trate, desa setempat karena tertimpa pohon dan atapnya diterbangkan angin.
Informasi yang dihimpun, angin tiba-tiba datang setelah sebelumnya gerimis. Suara gemuruh langsung tiba ke permukiman warga. Namun sebelumnya telah menyapu dan merobohkan pepohonan.
"Sebanyak dua kali angin beliung datang. Angin pertama berhenti, namun sekitar 10 menit kemudian datang lagi," kata Saemo di samping sejumlah warga lain saat ditemui detiksurabaya.com di Desa Sendanghaji, Kecamatan Merakurak, Tuban, Kamis (23/12/2010).
Sialnya dalam tragedi alam itu, Rujik, pemilik warung merintih karena tertipa atap warung yang ambruk. Warga juga beramai-ramai melarikan Mbah Sundar ke Puskesmas Merakurak akibat pendarahan.
"Kalau Mbah Sundar itu sudah lama sakit, tapi makin parah setelah terjadi angin ribut tadi," kata sejumlah warga setempat.
Jajaran Polsek Merakurak dan warga langsung bergotong royong memberi pertolongan. Kini warga masih cemas, karena khawatir jika angin puting beliung datang lagi.
(fat/fat)











































