Alibat meledaknya alat las itu, pemilik bengkel Sunardi (28), ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Kepala, dan kaki Sunardi hancur, sedangkan ususnya terburai.
Selain Sunardi, ada empat korban lainnya yang mengalami luka parah dan ringan. Dua
korban luka parah adalah H Misruji (40), saat ini dirawat di RSU di Kraksan. Sedangkan Sukar (50) dirawat di RSU dr Abdeor Rahem Situbondo.
Dua korban lainnya adalah Suryadi (25), dan ayahnya Suhartono. Keduanya hanya
mengalami luka ringan.
H Sodiq, seorang saksi mata menerangkan, sekitar pukul 09.00 WIB, Sunardi sedang
bekerja mengelas. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dahsyat. "Waktu itu Sunardi sudah terlempar hingga beberapa meter, sejumlah kaca rumah juga hancur," ujarnya kepada detiksurabaya.com, Kamis (23/12/2010).
Sementara itu, Suryadi salah satu saksi mata yang melihat kejadian tersebut menerangkan, jika saat itu dirinya bersama ayahnya sedang berada di bengkel, tujuannya ingin mengelas jangkar perahu.
"Saat mengelas jangkar tiba-tiba terjadi ledakan, waktu itu saya dan ayah saya berada agak jauh dari bengkel," ujar pria yang mengalami luka pada bagian lengan kanannya itu.
Sejauh ini polisi masih mendalami kasus tersebut, belum ada titik terang sebab
terjadinya ledakan. Dari beberapa temuan polisi, diduga ledakan terjadi bukan pada
alat las, melainkan pada barang yang di las.
Polisi belum berani memastikan penyebab ledakan tersebut. Pengamatan detiksurabaya.com di lokasi kejadian, sejumlah alat las memang tidak mengalami kerusakan.
Saat ini mayat almarhum Sunardi masih berada di RSU Besuki, suasana haru tampak
menyelimuti sejumlah kerabat Sunardi ini.
(bdh/bdh)











































