Sejumlah pohon jati roboh dan sempat menimpa kabel listrik dan separuh rumah milik Sunahwi (45). Aliran listrik pun padam dan separuh atap rumah rusak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, aktivitas ekonomi warga terhenti sejak, Rabu malam (22/12/2010) hingga Kamis pagi (23/12/2010).
Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 11:00 Wib aktivitas masyarakat terhenti. Warga setempat berusaha membersihkan longsor dengan menggunakan cangkul dan peralatan seadanya.
Aliran listrik masih padam. Tak ada petugas khusus yang membersihkan longsor. Sehingga, proses pembersihan memakan waktu lama. Pemotongan kayu jati yang tumbang juga dilakukan secara manual oleh warga.
Salah satu warga setempat, Zainudin (38), mengatakan, longsor yang baru pertama kali menimpa mengagetkan warga, sebab saat kejadian bunyi longsor sangat keras.
"Saat longsor warga berhamburan keluar rumah, sebab lokasinya berada di belakang rumah warga," kata Zainudin kepada wartawan di lokasi, Kamis (23/12/2010).
Para siswa sekolah Dasar Negeri Islam Nurus Salam yang bertempat tinggal di timur bukit terpaksa melewati areal persawahan yang penuh lumpur. Saat ini, warga masih was-was longsor susulan bakal terjadi, selain cuaca masih
mendung bekas lokasi longsor masih terlihat runtuh.
"Warga masih was-was pak. Longsor susulan sepertinya masih akan terjadi. Batu-batu kecil dari bukit masih runtuh," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































