Bukan hanya itu, setelah puas merusak gedung kantor Polairud, massa yang diketahui berasal dari Dusun Palalaan, Desa Wates, Kecamatan Lekok, juga merusak kantor Unit Pengolahan Pelabuhan Perikanan Lekok dan sebuah mushola.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, ratusan massa tersebut datang sekitar pukul 10.30 WIB. Hal itu diduga dipicu dua nelayan, Shodiq dan Abdru Rokim yang diamankan setelah menangkap ikan dengan pukat harimau atau minitrawl di Perairan Lekok tadi pagi pukul 00.06 WIB.
Mereka langsung kalap dan merusak kaca dan genting gedung Polairud. Setelah itu mereka pun bergegas menuju pelabuhan. Setelah di pelabuhan, massa langsung merusak salah satu gedung aula di pelabuhan dengan cara melempari batu.
Karena dibakar emosi, massa pun membakar motor di sekitar pelabuhan. Tidak puas dengan hal itu, mereka juga merusak sebuah mushola yang berada tak jauh dari tempat itu.
"Setelah merusak kantor Polairud dan pelabuhan, massa merusak mushola," kata Wakapolres Pasuruan Kompol Ghifron AS kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (21/12/2010).
Belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan massa marah. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. "Ini tidak bisa dibiarkan. Kita akan usut sampai tuntas," tegas Sahardiantono. (fat/fat)











































