Orang pertama yang mengetahui peristiwa ini adalah Sulastri (39), anak kandung korban. Saat masuk ke dalam rumah, Sulastri menjerit setelah melihat bapaknya tewas dalam kondisi menggantung di belandar rumahnya.
"Anaknya berteriak keras sekali. Setelah itu, sejumlah warga mendekat dan berusaha menurunkan korban bersama-sama. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa," kata Joko.
Diduga, korban sengaja mengakhiri hidupnya karena sudah tak kuat menahan sakit kusta yang dideritanya selama bertahun-tahun. Bahkan, beberapa waktu belakangan ini diketahui penyakitnya itu semakin parah.
"Saat merasa sakit, Kang Sagiman juga sering terdengar berteriak-teriak keras sendiri. Mungkin juga karena sakitnya itulah dia sampai nekat bunuh diri," ungkapnya.
Selang beberapa saat, sejumlah petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban dan melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kematian Sagiman.
"Dari pemeriksaan di tubuh korban, sama sekali tidak ditemukan bekas penganiayaan. Dan menurut beberapa saksi yang kita mintai keterangan, korbansedang menderita penyakit sejak lama. Dugaan kuat, korban sengaja bunuh diri karena sakitnya tersebut," ujar Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP MT Ariyadi.
(fat/fat)











































