Aksi pengrusakan ini terjadi pada Minggu (19/12/2010) dinihari, saat belasan pemilik
rumah tengah tertidur lelap. Warga mengetahui rumahnya dirusak, setelah sebelumnya mendengar suara letusan, yang setelah dicek ternyata berasal dari lemparan batu ke arah kaca rumah.
"Sepintas saya dengar seperti suara tembakan, lha wong saya juga sedang tidur. Tapi
setelah saya keluar, ternyata kaca rumah ini sudah hancur berantakan," ungkap Sukidi
(50), salah satu pemilik rumah saat ditemui wartawan disela aktivitasnya
membersihkan sisa pecahan kaca, Minggu siang.
Sukidi menambahkan, tidak hanya di Desa Suruhan Kidul, aksi pengrusakan juga terjadi di Desa Suruhan Lor dan Desa/Kecamatan Bandung. Kerusakan rumah rata-rata terjadi pada bagian kaca yang diakibatkan oleh lemparan batu.
Ditanya mengenai pelaku pengrusakan tersebut Sukidi mengaku belum dapat memastikannya. Ini karena sesaat setelah mendapati rumahnya dirusak, warga juga melihat puluhan pendekar pencak silat kabur dengan menggunakan sepeda motor, tanpa bisa dilihat jelas asal perguruannya.
"Saya tidak bisa pastikan, karena pagi tadi yang kelihatan mereka memakai baju hitam, gak jelas apa lambang di bajunya," jelas Sukidi sambil menyebut nama salah satu perguruan silat.
Yang ironis, kejadian ini hingga saat ini belum mendapat perhatian dari kepolisian,
yang ditunjukkan dengan tidak adanya penangkapan terhadap pelakunya. Padahal
pengrusakan yang sama sebelumnya pernah terjadi, dimana jumlah rumah yang dirusak juga hampir sama.
"Seingat saya, ini sudah yang keempat kalinya," ujar Sukidi.
Secara terpisah KBO Reskrim Polres Tulungagung, Iptu Siswanto, dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut belum dapat memberikan banyak keterangan. Perwira polisi dengan 2 balok tanda kepangkatan di pudak tersebut justru mengaku belum mendapatkan laporan.
"Mungkin yang menangani Polsek Bandung. Kalau saya belum dilapori, jadi belum bisa berikan keterangan," kata Siswanto enteng. (bdh/bdh)











































