24 Kapal Nelayan Jakarta Terdampar di Teluk Popoh

24 Kapal Nelayan Jakarta Terdampar di Teluk Popoh

- detikNews
Sabtu, 18 Des 2010 10:33 WIB
Tulungagung - Cuaca buruk di laut selatan Pulau Jawa yang ditandai dengan gelombang tinggi, membuat 24 kapal nelayan asal Jakarta terdampar di Teluk Popoh, Kabupaten Tulungagung. Untuk bertahan hidup, sekitar 300 ABK menjual hasil tangkapan ke warga lokasi terdamparnya kapal.

Terdamparnya kapal nelayan tersebut mulai terjadi sejak sepekan silam secara
berangsur-angsur, hingga kini jumlahnya mencapai 24 unit. Nakhoda kapal mengaku tidak berani melanjutkan perjalanan, karena gelombang di tengah laut memiliki ketinggian mencapai 5 meter.

"Terlalu berisiko kalau kami terus berada di tengah lautan. Kami sendiri sudah menghubungi Polair dan diminta menepi," kata Robert, salah satu SBK dari ke 24 kapal yang terdampar, saat ditemui wartawan di sekitar lokasi, Sabtu (18/12/2010).

Robert yang mengaku asli dari Pekalongan, Jawa Tengah mengaku kapal-kapal yang terdampar memiliki tonase rata-rata 50 hingga 100 ton. Keputusan menepi
tersebut diakui akan terus dilakukan, hingga gelombang di laut selatan Pulau Jawa kembali normal.

"Biar dua minggu di sini tetap akan kami jalani, karena kalau nekat yang susah juga kami sendiri," sambungnya.

Untuk bisa bertahan hidup, para ABK memanfaatkan sisa bekal yang telah dipersiapkan saat berangkat melaut. Meski demikian rentang waktu yang cukup lema menjadikan bekal mulai menipis, dan untuk menyambungnya mereka menjual ikan hasil tangkapan ke warga di sekitar lokasi.

"Kebetulan di sini nelayan kan juga takut melaut. Nah istilahnya timbal balik-lah, kami diizinkan merapat dan kami menjual hasil tangkapan ke mereka untuk mereka jual ke pasar," jelas Robert.

Sementara informasi yang dihimpun dari Polair Pantai Prigi, Trenggalek,
yang memiliki cakupan wilayah hingga Tulungagung, gelombang di laut selatan Pulau Jawa saat ini memang sangat tinggi. Kondisi ini kemungkinan akan berlangsung hingga sebulan mendatang, seiring dengan adanya hembusan sejumlah jenis badai secara bersamaan.
(fat/fat)
Berita Terkait