Seorang Dalang Pernah Meninggal Saat Pentas

Misteri di Balai Kota Kediri

Seorang Dalang Pernah Meninggal Saat Pentas

- detikNews
Jumat, 17 Des 2010 07:47 WIB
Seorang Dalang Pernah Meninggal Saat Pentas
Kediri - Keangkeran Balai Kota Kediri tidak hanya dari kemunculan hantu, baik berwujud atau sekedar suara-suara aneh. Ki Bondhan Wibatsyuh, seorang dalang asal Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto menjadi buktinya, dimana dia meregang nyawa saat mementaskan wayang kulit di lokasi tersebut.

Kejadian menghebohkan itu terjadi pada Sabtu, 29 Desember 2007 lalu, kala itu dalang dengan nama asli Budi Udjiantomementaskan wayang dengan lakon Pandhowo Timbul.

Ki Bondhan mendadak terjatuh saat satu setengah jam setelah mulai beraksi. Sempat dilarikan ke RS Bhayangkara tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan dan pertunjukan wayang terpaksa dihentikan.

Pihak keluarga menolak anggapan Ki Bondhan Wibatsyuh meninggal karena kengerian di Balai Kota Kediri. Lelaki yang meninggal bersamaan peluncuran buku Banjaran Kadhiri tersebut diyakini terkena serangan jantung mendadak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kematian Ki Bondhan Wibatsyuh secara mendadak, saat mementaskan wayang di Balai Kota Kediri, tak lepas dari keangkeran Kota Kediri.

Ini seperti diungkapkan Yusuf, juru kunci pemakaman auliya' Setono Gedong, yang mengaku sempat berbincang dengan Ki Bondang Wibatsyuh beberapa hari sebelum kejadian naas tersebut.

"Kami berbincang soal Babat Tanah Kediri, seperti isi buku Banjaran Kadhiri yang ditulisnya. Saat itu saya ingatkan agar tidak gebyah (membuka) sejarah Kediri dalam lakon pewayangan, tapi dia ngeyel. Jadinya ya seperti itu," ungkap Yusuf saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (17/12/2010).

Yusuf yang juga tercatat sebagai staf Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan mengungkapkan, tidak hanya di balai kota, secara keseluruhan Kota Kediri juga memiliki banyak keangkeran. Semuanya saat ini masih dapat dirasakan dan dijumpai, meski dalam pembuktiannya terkadang bersamaan dengan kejadian yang tidak mengenakkan.

"Itulah sebabnya kenapa Kediri menjadi bagian terakhir di tanah Jawa yang dimasuki Islam. Di sini memang gudangnya kanuragan dan memang disinilah tempatnya keangkeran," pungkas Yusuf.
(wln/wln)
Berita Terkait