Dari 4 pelajar naas itu, tiga diantaranya tewas di lokasi kejadian. Mereka adalah Effendi (18), pelajar asal Desa Dengok, Tutuk Kuswati (19), asal Desa Sologo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan Yohanes Agung Santoso (17), warga Lorong Distrik 5, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Sedangkan satu-satunya korban selamat adalah Bela (17), pelajar asal Kampung Baru, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Meski selamat, korban harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya juga cukup parah.
Menurut beberapa warga, kecelakaan ini bermula saat 4 pelajar tersebut sedang bermain bersama di atas jembatan rel kereta api. Entah bagaimana, keempat pelajar itu tidak mengetahui adanya KA Argo Bromo nomor loko CC 20319 yang melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi hingga menyambar mereka.
"Ada empat orang yang tertabrak. Dua laki-laki dan dua perempuan. Dan setelah ditabrak kereta api, tiga tewas di lokasi kejadian, sedangkan seorang korban wanita selamat,” ujar Zaenal, salah satu warga di lokasi kejadian.
Sayangnya, pemuda bertubuh kurus ini pun mengaku tidak tahu persis seperti apa kecelakaan yang telah menewaskan tiga orang pelajar tersebut.
Demikian halnya disampaikan Kapolsek Padangan, Kompol Kholil. Pihaknya mengaku masih terus melakukan penyelidikan atas perkara ini.
"Ada empat korban. Tapi, yang meninggal tiga orang. Semuanya sudah dievakuasi ke rumah sakit. Namun, korban selamat masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih shok berat," kata Kolil.
(bdh/bdh)











































