Persik vs Mitra Kukar Diwarnai Adu Jotos Antar Pemain

Persik vs Mitra Kukar Diwarnai Adu Jotos Antar Pemain

- detikNews
Rabu, 15 Des 2010 20:20 WIB
Kediri - Pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama antara Persik Kediri versus Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) di Stadion Brawijaya berlangsung panas.

Pemain dari kedua klub berulang kali terlibat adu jotos, saling dorong dan perang mulut, hingga berujung keluarnya 2 kartu merah dari wasit.

Sejak peluit ditiupkan tanda dimulainya pertandingan, tanda-tanda permainan keras sudah mulai nampak, dengan seringnya tekel dipraktekkan pemain kedua klub.

Puncaknya pada menit ke 61 saat stoper Persik Tito Purnomo menekel kaki Franco Hitta dari belakang. Franco melancarkan protes, namun ditanggapi Tito dengan sebuah bogem ke bagian pelipisnya.

Kondisi ini memancing emosi pemain kedua klub dengan saling adu dorong, saling pukul dan perang mulut. Untuk menghentikannya, wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Tito, semetara Franco yang dinilai sebagai pemicu kericuhan diganjar kartu kuning.

Permainan keras dalam pertandingan tersebut kembali muncul pada menit ke 72. Gelandang sayap Persik Mekan Nasirov ditekel dari belakang oleh kapten Mitra Kukar, Alexander Pulalo. Lagi-lagi kericuhan membuntuti kejadian ini, hingga memaksa wasit mengeluarkan kartu merah dari sakunya untuk Alex.

Wasit juga mengeluarkan kartu kuning oleh defender Mitra Kukar, Anderson da Silva, karena melancarkan protes keras atas keputusan tersebut. Hingga berakhirnya pertandingan permainan keras masih berulang kali muncul

Dalam pertandingan yang disaksikan oleh sekitar 3.000 suporter Persikmania tersebut, Persik berhasil mencukur tamunya 4 gol tanpa balas. Keempat gol Persik  masing-masing diciptakan oleh Berta Yuwana Putra pada menit ke 11, dan Andrian Trinidad pada menit ke 13, 17 dan 20.

Pelatih Persik Jaya Hartono, dikonfirmasi mengenai kemenangan besar tersebut mengaku sangat senang. Hasil tersebut diakuinya merupakan buah kerja keras pemain, setelah dalam 2 laga kandang sebelumnya susah payah meraih kemenangan.

"Anak-anak sudah menunjukkan perbaikan permainan dan saya senang dengan hasil ini," ungkap Jaya kepada wartawan seusai pertandingan.

Terkait permainan keras dalam pertandingan, hingga berujung pada keluarnya kartu merah, Jaya menyesalkan hal itu. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan buntut kegagalan pemain dalam mengontrol emosinya.

"Sangat berat harus kehilangan Tito (Purnomo) untuk pertandingan selanjutnya, dan ini karena dia gagal mengontrol emosinya," pungkasnya.

Persik Kediri harus terdegradasi ke kompetisi Divisi Utama, setelah dalam Indonesia Super Liga tahu lalu gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Pemegang 3 gelar juara Liga Indonesia tersebut terjerembab bersama Persebaya Surabaya dan Persitara Jakarta Utara.

(wln/wln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini