Dua Bocah di Banyuwangi Hilang Misterius

Dua Bocah di Banyuwangi Hilang Misterius

- detikNews
Rabu, 15 Des 2010 17:20 WIB
Dua Bocah di Banyuwangi Hilang Misterius
Banyuwangi - Kesedihan tampak diraut wajah Sabar (48) dan Siti Juhariyah (42). Pasangan suami istri (Pasutri) asal Dusun Selorejo Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, ini meratapi kepergian Widhi Santoso (14), anaknya yang pergi tanpa pamit sejak 35 hari lalu.

Duka mendalam juga dirasakan pasutri, Imam Muanas (39) dan Lasmini (32), tetangga Sabar. Anak pertamanya, Muhammad Irsyad (9), turut hilang entah kemana. Diduga kedua anak tersebut hilang secara bersamaan.

"Keduanya terlihat terakhir keluar bersama-sama," jelas Siti, sambil berkaca-kaca, memandang foto anaknya, saat detiksurabaya.com berkunjung di rumahnya, Rabu (15/12/2010).

Malam itu, Rabu (10/11/2010) pukul 19.00 WIB, lanjut Siti, Widi dan Irsyad, terlihat berbincang di teras depan rumah. Tak jelas apa yang mereka bicarakan, namun terdengar begitu serius. Tak ada canda tawa yang biasa mewarnai obrolan sehari-hari mereka. 

Sebelum keluar dari rumah, Widi sempat mendekati Ibunya. Tanpa kata-kata, Widi hanya memeluk Ibunya hingga beberapa saat. Selanjutnya siswa kelas VIII (dulu kelas dua) SMP Negeri 3 Bangorejo, ini menghampiri Irsyad yang sudah berdiri di halaman rumah.

"Saya tidak curiga, karena Widi dan Irsyad memang biasa bermain bersama. Mereka pergi tanpa pamit mau pergi kemana," tambah Siti, yang menyesal membiarkan anaknya malam itu pergi.

Semenjak itulah, kedua anak yang masih ada ikatan saudara ini hilang secara misterius. Berbagai upaya pencarian sudah dilakukan orang tua dan sanak famili kedua anak itu. Bahkan pencarian hingga merambah Kota Malang, Surabaya, Bali.

"Untuk Banyuwangi sudah saya ubek-ubek semua mas," kata Sabar, yang duduk di samping Siti.

Saat kejadian, Sabar sendiri sedang mengurus usahanya yang sedang dirintis di Pulau Bali. Kabar itu baru diketahui saat istrinya meneleponnya. Semenjak itu Sabar meninggalkan usahanya di Bali, untuk kosentrasi mencari keberadaan Widi.

"Widi sebenarnya anak dari adik saya mas, tapi sejak umur enam tahun sudah saya asuh," tutur sabar terbata.

Kabar duka ini membuat warga sekitar bersimpati. Warga silih berganti memberikan dorongan moril bagi keluarga para korban. Sebagian lagi, membantu menyebarkan pamflet berisi foto Widi dan Irsyad, kesejumlah pusat keramaian. Ataupun tempat strategis lainnya.

"Dengan harapan, ada orang yang melihat atau  keberadaan kedua anak kami," harap Anas, bapak kandung Irsyad.

Rekan-rekan Widi maupun Irsyad di sekolah turut prihatin atas kejadian yang menimpa rekannya itu. Sehari sebelum dikabarkan hilang, Widi sempat mengutarakan keinginannya pergi dari rumah pada Angger, rekan sekelasnya.

Bahkan Widi sempat mengajak Angger turut serta untuk minggat bersama. Saat itu Widi beralasan tidak betah lagi hidup bersama orang tua karena selalu dimarahi. Ajakan itu dikesampingkan Angger, karena alasan tersebut dianggap mengada-ada.

"Saya diajak minggat sama Widi, kataya tidak enak lagi ikut orang tua. Tapi waktu itu saya ngomong sama dia, kalau kamu (Widi) masih diberi makan enak, diberi uang saku banyak, kok malah mau minggat," ungkap Angger.

Kini, orang tua Widi dan Irsyad hanya bisa pasrah. Berbagai upaya, seperti meminta bantuan sejumlah paranormal tidak menemui hasil. Kasus itu saat ini ditangai Polsek Bangorejo.
(fat/fat)
Berita Terkait