Pembebasan Lahan Tol Malang-Pandaan Dikucuri Dana Rp 80 M

Pembebasan Lahan Tol Malang-Pandaan Dikucuri Dana Rp 80 M

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 13:55 WIB
Malang - Proyek pembangunan jalan tol Malang-Pandaan akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 80 miliar. Dana itu berasal dari APBN 2011,dan digunakan untuk pembebasan lahan sekitar 300 hektar.

"Pembebasan lahan akan kita lakukan dengan melibatkan juru penilai, bertujuan untuk mentaksir harga tanah," jelas Kasubdit Pengadaan Lahan Dirjen Bina Marga, Wijaya Seta, usai rapat koordinasi di Balaikota Malang, Senin (13/12/2010).

Sesuai perencanaan, kata Wijaya, proyek tol Malang-Pandaan dengan membentang dari wilayah Kota dan Kabupaten Malang hingga Kabupaten Pasuruan. Panjang jalan tol ini sekitar 37,6 kilometer. Kabupaten Pasuruan mempunyai wilayah terbesar dalam pembebasan lahan.

"Jalan akan dibuat dua jalur, dari tiga jalur yang ada. Butuh sekitar 300 hektare lahan yang dibebaskan untuk proyek ini," bebernya.

Wijaya mengaku, proyek tol ini beberapa kali mengalami tarik ulur hingga berdampak pada realisasi. Sejak Tahun 2006 silam, proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 2,5 triliun ini sudah diwacanakan.

Namun, proyek ini molor karena terbentur investor. "Jika pembebasan lahan kita targetkan tahun ini selesai. Proyek ini bisa kembali dilelang dan pembanguna bisa dimulai 2013 mendatang," katanya.

Disinggung adanya permasalahan terkait pembebasan lahan, Wijaya menyakini dengan melibatkan juru penilai semua proses tersebut akan berjalan lancar. "Kami yakin tidak ada masalah, karena kami gunakan perpes 36 dan perpres 65 serta melibatkan juru penilai yang independen," tandasnya.

Terpisah, Kabid Teknik Badan Pengatur Jalan Tol Dirjen Bina Marga, Adi Sulistyo, mengungkapkan pembangunan jalan tol ini sangat penting bagi wilayah yang dilalui. Karena selain menjadi akses jalan darat juga bisa membangun jaringan baru untuk menumbuhkan perekonomian.

Jalan tol akan dimulai dari wilayah Cemorokandang, Kecamatan kedungkandang, Kota Malang, hingga ke arah utara. "Di Kabupaten Pasuruan mulai dari Pandaan, Kota Malang dari Cemorokandang," tuturnya.

Dia mencontohkan, padatnya arus kendaraan telah terjadi jalur Malang-Pandaan saat ini, hanya bisa dialihkan dengan pembangunan ruas jalan baru, berupa jalan tol.

"Sekarang jalan hanya satu, jika terjadi sesuatu hingga berakibat jalan tertutup, maka Malang bisa lumpuh. Karena itu jalan satu-satunya," ungkapnya.

Adi menambahkan, dengan molornya pembangunan jalan tol telah digagas sejak Tahun 2006, secara tidak langsung mempengaruhi nilai investasinya. "Jika dihitung rencana proyek sudah molor empat tahun, jadi nilai investasi akan bertambah dari sebelumnya. Diukur dari tingkat inflasi setiap tahun sebesar 7 persen," paparnya.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini