Kapal yang terdampar di Perairan Laok Janjang, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean itu membawa 87 warga asing (bukan 77 orang).
Rinciannya, Iran 48 orang laki-laki dan 18 perempuan. Afghanistan 20 orang berjenis kelamin laki-laki semua serta 1 orang warga Somalia.
Wakapolres Sumenep, Kompol Achmad Husen mengatakan, untuk memperdalam dugaan kasus imigran gelap tersebut penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap ABK dan nahkoda.
"Para ABK dan nahkoda kapal itu bakal diperiksa di Polres Sumenep," kata Husen pada wartawan di sela-sela melakukan evakuasi terhadap warga asing di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jumat (10/12/2010).
Sedangkan para warga asing tersebut, kata dia, langsung diserahkan ke imigran melalui Polair Polda Jatim di Surabaya. "Jadi, saya belum tahu imigran itu tujuannya kemana. Penyidik masih akan memeriksa 4 ABK itu," tegasnya.
Pantauan detiksurabaya.com, warga asing tersebut tiba di Pelabuhan Kalianget, Sumenep dengan menggunakan kapal cepat dan dikawal sekitar 30 polisi bersenjata lengkap sekitar pukul 08.10 WIB.
Lalu, diberangkat ke Surabaya dan dibawa ke Markas Polair Polda Jatim dengan menggunakan 3 unit bus dan dikawal ketat petugas kepolisian. Sebelumnya, para imigran gelap tersebut terdampar, di Perairan Laok Janjang di Pulau Kangean, Sumenep Selasa (7/12/2010) malam. Kapal kayu yang mengangkut mereka terdampar di kawasan itu.
(wln/wln)










































