Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, pencurian diketahui
pertama kali oleh seorang petugas kebersihan bernama Agus (27), sesaat sebelum dia menjalankan tugasnya. Pintu ruang bagian keuangan yang berhadap-hadapan dengan ruang kerja Kepala Kemenag diketahui rusak, dengan sebuah brankas utama telah tercongkel.
"Setelah mendapati kondisi itu saksi langsung melihat ke dalam dan mendapati 3 brankas lainnya di luar brankas utama dan dirusak. Dari sana dia lapor petugas keamanan dan dilanjutkan ke kami," kata Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rofik Ripto Himawan kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/12/2010).
Rofik menambahkan, dari hasil olah TKP pihaknya mendapati adanya unsur kekerasan dalam pencurian tersebut yakni dirusaknya pintu ruang bagian keuangan. Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari 1 orang.
"Kami belum bisa simpulkan berapa orang pelakunya. Tapi dugaan sementara lebih dari seorang," sambungnya.
Sementara dari pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap staf Kemenag Kabupaten Kediri, total kerugian dalam kejadian tersebut mencapai Rp 241 juta. Nominal tersebut merupakan penjumlahan dari uang milik Koperasi ABADI senilai Rp 87 juta, uang milik Seksi Urusan Agama Islam senilai Rp 75 juta dan Seksi Urusan Haji senilai Rp 79 juta.
"Uangnya sebenarnya disimpan di brankas terpisah, tapi penempatan brankas kecil ada di brankas utama yang besar," jelas Rofik.
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, dengan menerjunkan sejumlah personil Tim Identifikasi. Sebuah perangkat identifikasi berupa mobil dan perlengkapannya juga diterjunkan ke lokasi kejadian.
(fat/fat)










































