Mereka terdiri dari 12 orang anak-anak, 13 perempuan dan 52 orang laki-laki. Saat ini, mereka dievakuasi ke polsek setempat.
Nelayan yang menemukan imigran gelap tersebut sempat ketakukan dan bahkan para imigran gelap itu nyaris dipukul warga. Warga setempat menduga ada pelaku teroris masuk pulau Kangean.
Kepala Adpel Kangean, Sumenep Eka Cakrawala, mengatakan, para imigran itu berangkat dari Pelabuhan Surabaya dengan tujuan Australia. Mereka berasal dari negara Iran, Somalia, Afganistan, dan Irak.
"Imigran itu tidak mempunyai dokumen. Termasuk kapalnya tidak dilengkapi surat-surat," kata Eka melalui telepon selulernya, Rabu (8/12/2010).
Informasi yang dihimpun, jika imigran gelap tersebut terdampar, Selasa (7/12/2010) malam akibat kehabisan BBM.
Saat ini, Adpel setempat berkoordinasi dengan semua pihak termasuk polisi, kejaksaan dan Adpel Surabaya untuk memproses imigran ilegal tersebut. Para imigran dan juga nahkoda kapal Yasin (40), diperiksa polisi setempat.
(wln/wln)











































