"Besok pagi kami siap mengeluarkan status baru Bromo. Dengan adanya penurunan kekuatan amplitudo, belum tentu status Bromo turun menjadi siaga, masih berpotensi tetap awas," kata Kepala Bidang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu
(5/12/2010).
Malam ini, kata Gede, pihaknya bersama tim PVMBG akan mengadakan evaluasi dan diskusi dengan tim ahli. "Kesimpulannya dilihat dari berbagai perubahan dan
indikasi-indikasi yang kami dapat tiga hari belakangan ini," ungkapnya.
Hingga sore tadi, tim PVMBG menghitung tremor amplitudo Gunung Bromo menurun hingga rata-rata 5 mm. Asap sulfura yang meletus masih berwarna putih pekat
keabuan. Bahkan, terkadang menyembur bersama serpihan lainnya hingga ketinggian 200-300 meter.
(wln/wln)










































