Penurunan tremor amplitudo ini, kata Kepala Bidang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gede Suantika berpotensi menurunkan status Gunung Bromo menjadi siaga.
"Tentang bagaimana status Gunung Bromo, tunggu besok pagi saja kami umumkan," kata Gede saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu
(5/12/2010).
Meskipun tremor amplitudo menurun signifikan, namun asap sulfura letusan masih putih pekat keabuan. Bahkan, terkadang menyembur bersama serpihan lainnya hingga ketinggian 200-300 meter.
"Asapnya masih tebal menyembur hingga 200-300 meter. Mulai dari putih keabuan hingga berwarna kecoklatan mengarah ke utara menuju kampung Pasuruan," ungkapnya.
Sementara itu, para wisatawan masih diperbolehkan menikmati pemandangan alam hingga batas lautan pasir ataupun menghabiskan waktu dan menikmati indahnya
Bromo dari kawasan penginapan.
(wln/wln)











































