Hal itu dijelaskan Kepala Bidang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika, ke Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam pertemuannya di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu (4/12/2010).
"Selain menjelaskan tentang kondisi Bromo, pertemuan tadi juga membahas tentang kesiapsiagaan bencana gunung api lainnya di Jatim seperti Kelud dan Semeru," kata Gede saat dihubungi detiksurabaya.com.
Dalam menerima penjelasan, kata Gede, Soekarwo tampak tenang dan santai saja. Mengenai akan diturunkannya status Bromo, Gede mengaku bahwa Soekarwo tidak akan turut campur dan akan menyerahkannya ke pihak PVMBG yang lebih paham situasi Bromo.
Bromo sendiri, kata Gede, secara umum masih dibuka tetapi tidak untuk kalderanya. Para wisatawan masih bisa mengisi liburan, menghabiskan waktu dan menikmati indahnya Bromo dari kawasan penginapan.
"Tidak ditutup. Kalau untuk kalderanya jelas ditutup. Para wisatawan masih bisa melihat Bromo dari penginapan," tandas Gede.
(iwd/fat)










































