"Dalam istilah kedokteran ada namanya pseudocyesis. Biasanya wanita yang mengalami pseudocyesis ini merasakan seolah-olah hamil, merasakan perutnya ada yang menendang dan merasakan nyidam," kata spesialis kebidanan dan kandungan RSU dr Soetomo Surabaya, dr Bangun T.Purwaka SpOG(K) kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Jumat (3/12/2010).
Biasanya, kata dia, wanita yang mengalami kasus pseudocyesis ini sebelumnya belum memiliki anak. Keinginan besar ingin memiliki anak itu membuat si wanita mendatangi paranormal untuk meminta doa. Meski ada persyaratan dari paranormal agar tidak mendatangi dokter selama hamil. Dari situlah muncul sugesti bila si wanita itu sudah hamil.
Apalagi bila kehamilan itu dibarengi dengan tubuh yang gemuk, padahal tubuh si wanita tersebut hanya mengalami kegemukan semata. Sementara kasus ini tidak hanya melanda desa saja, di kota pun pernah terjadi fenomena pseudocyesis.
"Untuk mendapatkan kebenaran hamil, seharusnya dilakukan USG agar ada kebenarannya. Jangan hanya datang ke seorang bidan yang mungkin saja belum dilengkapi alat USG," jelasnya.
Bangun pun mengisahkan salah satu pasiennya asal Pamekasan-Madura yang mengaku janin di perutnya setelah berusia 7 bulan, tahun 1998 silam, tiba-tiba hilang.
"Wanita itu mengaku jika usai mitoni (Selamatan 7 bulanan) tiba-tiba janinnya hilang. Padahal saat diperiksa USG di RS usai janin hilang, tidak ada bekas ada janin tumbuh di rahim. Tapi dia pun ngotot dan tetap tidak percaya akan hasil USG," tambahnya.
Rupanya, jelas Bangun, si wanita tersebut memiliki keinginan yang besar untuk hamil karena akan dimadu. Sehingga upaya apapun dilakukan agar dirinya hamil.
"Yang terpenting sekarang, datanglah ke dokter jika seorang ibu ingin hamil. Lebih disarankan bila suami dan istri datang berdua agar diketahui bila ada kelainan. Sehingga bisa diobati dan dilakukan terapi. Dan yang terpenting mintalah USG bila memeriksa kandungan untuk mengetahui janin sehat atau tidak," tandasnya. (fat/fat)










































