Mahkota Vera Direnggut Dua Pemuda Desa

Mahkota Vera Direnggut Dua Pemuda Desa

- detikNews
Jumat, 03 Des 2010 15:33 WIB
Malang - Tak pernah dibayangkan oleh Vera-bukan nama sebenarnya-, kalau tetangganya sendiri tega berbuat cabul terhadap dirinya. Keperawanan gadis 18 tahun ini direnggut dua pemuda yang selama ini dipercayai sebagai teman satu kampung halaman.

Kasus yang menimpa gadis asal Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas UPPA Polres Malang, kasus asusila itu terjadi pada Senin (29/1/2010), siang. Kala itu Vera tengah melintas di depan rumah Budiono (19). Budiono kemudian memanggil Vera. Vera kemudian mampir ke rumah Budiono. Ternyata di dalam rumah sudah ada Danuri (25), rekan Budiono.

"Korban saat itu tengah melintas di rumah pelaku, kemudian pelaku memanggilnya  untuk masuk ke dalam rumah," tutur Kanit UPPA Polres Malang Iptu Arief
Ardiansyah kepada detiksurabaya.com di mapolres Jalan Ahmad Yani, Jumat  (3/12/2010).

Arief menuturkan dengan akal bulusnya pelaku berdalih meminta tolong korban  membuatkan sebuah surat lamaran kerja. Niat ingin membantu, Vera mengiyakan
tawaran itu.

Selama Vera menulis surat lamaran kerja, kedua pelaku mencoba melancarkan bujuk  rayu terhadap Vera. Korban dipaksa masuk ke dalam kamar oleh  Budiono. Di dalam kamar korban diancam agar tidak berteriak selama pelaku  beraksi. "Pertama menyetubuhi Budiono, kemudian berganti Danuri," ungkap Arief.

Puas menyetubuhi korban, kedua pelaku kemudian memintanya kembali pulang ke  rumahnya. Agar perbuatannya tak terbongkar, Budiono bersama Danuri mengancam
korban agar tak mengadukan perbuatan mereka kepada orang lain.

Dengan perasaan hancur, Vera berjalan menuju tempat tinggalnya. Berbagai upaya  dia lakukan untuk menutupi perlakuan bejat para pelaku. Tapi kemurungan dirinya  membuat keluarga curiga dan mendesak dirinya untuk menceritakan masalah yang
tengah dihadapinya.

"Korban diancam, usai disetubuhi. Namun, karena perilaku korban yang lain dari biasanya, membuat keluarga curiga. Kasus ini kemudian terbongkar dan dilaporkan
ke polisi," ujar Arief.

Petugas sendiri telah memintakan visum dokter, guna bahan penyelidikan. Kedua pelaku sendiri masih dalam pengejaran petugas karena melarikan diri.
(wln/wln)
Berita Terkait