Diduga kedua korban tewas karena teracuni gas amoniak berasal dari air limbah. Mereka yakni Sutomo (51), pemilik pabrik dan Husen (34), karyawannya warga Jl Dorowti Barat.
Keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, pemilik pabrik berniat mengolah limbah. Namun takut tandon limbah sedalam 2,5 meter telah penuh, korban meminta bantuan Husen untuk membuka kran pipa yang mengalirkan tandon menuju sungai.
Husen sendiri sudah biasa membuka dan menguras tandon dengan jalan langsung
turun ke dalam tandon. Saat Husen masuk ke dalam tandon disaksikan Sugiono (50), teman sekaligus saksi mata dan beberapa teman lainnya. Tak seperti biasanya, korban mendadak langsung jatuh pingsan.
Kondisi itu membuat Sugiono histeris dan meminta pertolongan karyawan lainnya. Kepanikan Sugiono terdengar oleh Sutomo yang tidak jauh dari tempat kejadian. Sutomo bergegas mendekati tandon. Cemas melihat kondisi karyawannya. Tanpa menggunakan peralatan Sutomo nekat masuk ke dalam tandon.
Tak ayal dalam hitungan detik, Sutomo ikut terkapar di dalam tandon yang berisi limbah dengan ketinggian sekitar mata kaki orang dewasa itu. Melihat juragan serta rekannya terkapar di dalam tandon, Sugiono semakin panik.
Hingga Nugroho (25), putra dari Sutomo nekat untuk menolong ayahnya. Hingga
akhirnya Nugroho masuk ke dalam tandon dengan mengenakan tali dengan maksud bila terjadi sesuatu dapat segera ditolong.
Dugaan para karyawan tidak meleset, saat Nugroho masuk tandon dan belum sampai di dasarnya langsung pingsan. Beruntung karyawan segera menariknya dan nyawa Nugroho tertolong. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Lawang. Petugas dengan segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi kedua korban.
Evakuasi sedikit terhambat karena harus menunggu sampai gas beracun di dalam tandon telah hilang. Dengan bantuan tim SAR, kedua korban berhasil dievakuasi. Kedua korban bersama Nugroho langsung dilarikan ke RSU Saiful Anwar Malang.
"Menguras limbah merupakan hal biasa, dan dilakukan setiap bulan oleh karyawan secara bergantian. Kebetulan tadi giliran Husen yang dimintai tolong untuk menguras," jelasnya kepada wartawan saat menunggu proses otopsi kedua korban tewas di kamar mayat RSU Saiful Anwar Malang.
Dari hasil olah tempat kejadian, petugas diduga kuat kedua korban tewas setelah menghirup gas amoniak di dalam tandon. "Dugaan kematian korban disebabkan menghirup gas amoniak di dalam tandon," tegas Kapolsek Lawang Kompol Eko Suminto.
(fat/fat)











































