Kondisi ini membuat, langit di atas Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya berwarna merah, kini berubah warna. "Namun masih ada belerang tapi sangat tipis atau sedikit," kata Kepala Bidang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika, saat dihubungi detiksurabaya.com, pada pukul 17.30 WIB (1/12/2010).
Gede mengungkapkan dari hasil pantauan alat seismograf di Pos Pemantaiu Gunung Api Gunung Bromo di Dusun Cemorolawang mulai pukul 00.00 WIB hingga 17.00 WIB, terpantau gempa tremor dengan amplitudo yang sangat kecil 2-3 milimeter. Serta terus terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 30 kali dengan amplitudo maksimal 40 milimeter.
Menurut Gede, saat ini arah abu vulkanik masih mengarah ke utara atau ke arah Tosari, Pasuruan. Oleh karena itu, pihaknya kembali mengimbau kepada warga di Pasuruan yang terimbas abu vulkanik agar menggunakan masker demi kesehatan.
"Bagi wilayah yang terimbas abu sebaiknya gunakan masker," pungkas Gede.
(ze/wln)










































