Pada tahun 2002 sampai 2006 setiap tahunnya ditemukan masing-masing 1 orang
penderita. Tahun 2007 nihil dan tahun 2008 ditemukan 2 orang. Peningkatan tajam penderita HIV/AIDS terjadi sejak tahun 2009 mencapai 9 orang. Dan tahun 2010 ini mencapai 12 orang.
Wilayah penyebaran pun tidak hanya di kota, melainkan di Pulau Sapeken, Arjasa dan Raas. Untuk daratan berada di Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, Dasuk, Lenteng, Gapura, Kalianget, Saronggi, Bluto dan Batang-Batang.
Programer HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Adib Karaman menjelaskan, penyebaran HIV/AIDS dari tahun-ke tahun terus meluas dan penderitanya makin bertambah.
"Penderita mayoritas pernah bekerja di luar daerah," kata Karaman kepada
detiksurabaya.com di ruang kerjanya, Jalan Dr Soetomo Sumenep, Rabu (1/12/2010).
Dia menjelaskan, para penderita HIV/AIDS seimbang antara jumlah laki-laki
dan perempuan. Mereka pernah bekerja di Malaysia, Irian Jaya dan Bali.
"Mereka yang terjangkit pulang kampung dalam kondisi sudah stadium 3. Dan 4
penderita tahun 2010 ini sudah meninggal dunia," ujarnya.
Sementara Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Sumenep, Sukirman, mengatakan, untuk menekan angka penderita dan penyebaran HIV/AID terus dilakukan penyuluhan ke masyarakat.
"Saya sudah tidak henti-henti melakukan penyuluhan pada masyarakat. Harapannya, paham penularan HIV," katanya.
Menurutnya, ada tiga hal penularan HIV/AID yakni melakukan seks bebas, persalinan dan luka suntikan yang terinfeksi virus HIV/AID. "Apa yang dilakukan Dinkes ini hanya sebuah usaha agar masyarakat terhindar dari penyakit yang belum ada obatnya," pungkasnya.
(wln/wln)











































