Data yang terekam pukul 12.00 Wib- 18.00 wib di Pos Pengamatan Gunung Bromo di Dusun Cemorolawang Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, menyebutkan bahwa ketinggian semburan asap tebal putih kecokelatan berkisar 300-400 meter.
"Arahnya condong ke utara, Cemorolawang dan sekitarnya. Tekanan sedang," kata Subhan, petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo saat dihubungi, Selasa (30/11/2010).
Dan menurutnya dua kali gempa vulkanik dangkal dengan maksimum 35-36 mm. Tremor beruntun dengan amplitudo 2-11 mm. "Memang dibanding tadi pagi ada kenaikan. Tremor pagi 2-4 mm dan tinggi asap 500-600 meter," katanya.
Karena semburan abu mengarah utara, dia mengimbau kepada masyarakat Dusun Cemorolawang maupun sekitar Pasuruan yang berbatasan dengan Bromo untuk mengenakan masker. "Lebih baik pakai masker," pintanya.
Penurunan aktivitas dibanding tanggal 26 dan 27 November lalu itu kata Subhan tidak membuat status Awas diturunkan. "Karena masih fluktuatif, status tetap awas. Dan radius aman masih 3 Km," tandas dia. (gik/gik)










































