Gara-gara Sering Dimasuki Selang, Lubang Hidung Melati Bengkok

Gara-gara Sering Dimasuki Selang, Lubang Hidung Melati Bengkok

- detikNews
Senin, 29 Nov 2010 18:40 WIB
Gara-gara Sering Dimasuki Selang, Lubang Hidung Melati Bengkok
Situbondo - Nasib tragis dialami Melati (8 bulan). Gara-gara lubang hidungnya sering dimasuki selang dan sonde untuk menyalurkan makanan, balita pasangan suami istri (Pasutri) Amir Hamzah (22) dan Sri Siswo (31), warga Kelurahan Mimbaan, Kecamatan mengalami catat permanen.

Di hidung Melati yang mungil itu terlihat bengkok dan bentuknya tak beraturan. Saat detiksurabaya.com berkunjung ke rumah Melati, ibunya tak kuasa membendung kesedihannya.

Kondisi itu dialami anaknya bermula saat Melati yang masih berusia 3 bulan divonis mengalami gizi buruk dan diserang muntaber. Melati pun dirawat di RSU Abdoer Rahem Situbondo. Karena gizi buruk itulah membuat anaknya harus menelan asupan makanan maupun minuman dari selang.

Kala itu Melati dirawat selama 27 hari dan selang tersebut juga menancap di hidungnya. Lambat laun di hidung Melati terlihat lebam dan memerah terkena infeksi. Meski saat itu kondisi kesehatan Melati bisa dibilang membaik.

Yang lebih tragis, infeksi itu membuntuk luka dan merusak bentuk hidung si balita malang itu. Orang tua Melati tak bisa berbuat banyak, karena pihak RSU berjanji akan mengembalikan bentuk hidng Melati seperti sedia kala.

"Katanya kalau sudah berusia 1 tahun operasi perbaikan hidung akan dilakukan dan biayanya ditanggung pihak rumah sakit," kata Sri kepada detiksurabaya.com, Senin (29/11/2010).

Meski pihak rumahs akit biaya operasi akan ditanggung, Sri mengaku sangat kecewa dengan pihak RSU yang dianggap mengakibatkan anaknya mengalami cacat permanen. "Ya jelas tidak terima, waktu dibawa ke rumah sakit hidungnya sempurna. Terus saat sembuh malah," sambung Amir, ayah Melati.

Kedua orang tua Melati berjanji akan memperkarakan kasus itu, jika pihak RSU ingkar janji menanggung biaya operasi hidung Melati. Langkah itu akan dilakukan, karena tidak mampu harus membiayai operasi Melati.

"Uang dari mana pak kalau mau dioperasi, wong untuk makan saja saya harus ngamen itupun gak cukup untuk biaya hidup sekeluarga," tambah Amir.

Sementara Direktur RSU Abdoer Rahem, dr Toni Wahyudi menyangkal jika pihaknya disebut-sebut akan menanggung sepenuhnya biaya operasi Melati. Pihaknya justru membenarkan jika penangana medis terhadap Melati harus menggunakan sonde dan itu sudah sesuai dengan prosedur medis. Namun terjadinya infeksi akibat sonde dirinya mengaku belum pernah menerima laporan dari bawahannya.

"Akan kita bantu jika orang tua memang membutuhkan," terangnya singkat saat ditemui wartawan.

(fat/fat)
Berita Terkait