Dampak Abu Bromo, Jarak Pandang di Lanud Abd Saleh 3 Km

Dampak Abu Bromo, Jarak Pandang di Lanud Abd Saleh 3 Km

- detikNews
Minggu, 28 Nov 2010 09:17 WIB
Dampak Abu Bromo, Jarak Pandang di Lanud Abd Saleh 3 Km
Malang - Abu vulkanik Gunung Bromo menurunkan jarak pandang bagi penerbangan di Pangkalan udara (Lanud) TNI AU Abdulrachman Saleh Malang. Jarak pandang saat ini 3 kilometer, tapi masih aman untuk penerbangan.

"Secara visual abu telah menurunkan jarak pandang, jadi 3 kilometer. Abu juga melapisi landasan pacu, tapi masih tipis," ujar Kepala Dinas Operasi Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh Kolonel (pnb) Novyanto kepada detiksurabaya.com, Minggu (28/11/2010) pagi.

Kondisi itu, kata dia, masih aman untuk penerbangan. Karena jarak pandang masih 3
kilometer. Jika di bawah itu, maka secara visual penerbangan akan terganggu. "Standartnya di bawah 3 kilometer itu berbahaya bagi penerbangan. Sampai detik ini
belum ada perubahan, masih 3 kilometer," tegasnya.

Selain menggunakan alat ukur intensitas debu yang dimiliki, Lanud Abdulrachman Saleh akan menambah cara lain guna mengetahui ketebalan debu di landasan pacu. Dengan membentangkan kertas karton hari ini.

Tujuannya, untuk mengetahui ketebalan abu yang melapisi landasan terhitung sejak pagi ini. "Kita akan beber kertas karton di landasan pacu, agar tahu berapa ketebalan debu sejak cuaca cerah hingga siang nanti. Hasilnya akan kita bandingkan dengan kondisi jarak pandang," tuturnya.

Hasil pengamatan itu, akan menjadi acuan Lanud Abdulrachman Saleh untuk menentukan keamanan penerbangan di wilayahnya. "Secara teori, hasil ketebalan debu kita bandingkan dengan jarak pandang. Hal itu akan menjadi acuan kami," ujarnya.

Dia berharap cuaca tidak berubah sampai siang nanti, agar tidak mengganggu proses
pengamatan visual dan ketebalan debu. "Cuaca sampai kini belum berubah. Baik tekanan
angin, kelembaban udara, dan temperatur suhu. Semoga ini terjadi sampai siang. Agar
hasil pengamatan kami maksimal," tandasnya.

Terpisah Kepala Distrik Sriwijaya Air, M. Yusri menuturkan, jadwal penerbangan
Malang-Jakarta dan sebaliknya masih berjalan normal. Pihaknya terus memantau
perkembangan terkini kondisi landasan melalui koordinasi dengan Pangkalan Udara TNI
AU Abdulrachman Saleh selaku pemegang otoritas penerbangan.

"Penerbangan masih dinyatakan tetap aman, jadwal penerbangan kami datang dari Jakarta pagi, siang, dan sore membawa penumpang sebanyak 375 pack, sedangkan dari Malang sebanyak 360 pack," ungkap Yusril. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini