"Warga kita kumpulkan malam ini juga untuk membagikan masker," kata Kepala Dusun Jarak Ijo Joko Utomo kepada detiksurabaya.com, Sabtu (27/11/2010).
Dalam momen itu, warga juga diimbau mengenakan masker mulai besok saat melakukan aktivitas di luar rumah. Agar hembusan abu vulkanik tiap pagi hari yang mengganggu warga, tidak menyengat pernapasan.
"Kita minta warga, bisa menggunakan masker, bila berada di luar rumah. Sesuai anjuran pak camat kepada kami," kata bapak dua anak ini.
Sementara bentuk sosialisasi diantaranya, lanjut Joko, telah dibuatkan jalur evakuasi menuju Balai Desa Wringinanom berjarak sekitar 15 kilometer arah selatan dari wilayahnya.
Dia menambahkan, warga juga diberitahukan tentang tanda bahaya berupa bunyi kentongan. Bila terjadi letusan hebat yang bisa menjangkau Dusun Jarak Ijo, kentongan akan dibunyikan sebagai tanda warga harus mengungsi. "Rambu-rambu penunjuk arah evakuasi juga telah kita pasang, untuk memudahkan warga mengetahui jalur evakuasi," bebernya.
Selain itu warga juga diimbau untuk tetap waspada tentang bahaya letusan Gunung Bromo berada di sisi timur Dusun Jarak Ijo. "Semua antisipasi kita lakukan agar tidak sampai ada korban jiwa," ujarnya.
Joko menegaskan, khusus di wilayahnya belum terdampak aktivitas Gunung Bromo secara serius. Hanya saja bau menyengat dicium warga tiap pagi hari. Hembusan abu vulkanik selalu terjadi pukul 06.00 WIB selama 15 menit. Saat itu abu vulkanik melintas di wilayahnya yang baunya menyengat mirip bau belerang.
Setelah 15 menit, kondisi kembali normal dan hembusan abu vulkanik bergerak menjauh dari wilayahnya. "Habis itu kabut berganti menyelimuti dusun kami sampai siang hari. Sore kabut kembali menyerang," paparnya. (fat/fat)










































