Kebanyakan wisatawan yang menginap berasal dari luar negeri dibandingkan
wisatawan lokal. Seperti yang diungkapkan Bagus, petugas Hotel Lava View Lodge di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Dia mengungkapkan jika sejak dua hari lalu terdapat banyak rombongan yang didominasi oleh wisatawan asing.
"Tamu yang datang kebanyakan rombongan dari luar negeri, mereka sudah menginap 2 hari lalu. Meski ada wisatawan lokal yang menginap," kata Bagus saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Sabtu (27/11/2010).
Bagus mengungkapkan, para tamu asing yang menginap di hotel yang berjarak 3,5 KM dari kawah Gunung Bromo kebanyakan baru pertama kali datang. Selain itu, banyaknya turis mancanegara ini juga dipengaruhi akhir pekan. "Selain karena penasaran, kemungkinan juga ada efek akhir pekan," ujarnya.
Tak hanya pihak hotel yang ketiban rezeki, warga yang menyewakan kuda juga mendapat berkah letusan Gunung Bromo. Hal ini diungkapkan Panji (35) warga Desa Ngadisari yang mengucap syukur.
Pasalnya, pasca penetapan status awas Gunung Bromo rata-rata omzet persewaan
kudanya menurun hingga 50 persen. "Baru ini mas dapat wisatawan sejak Bromo
ditutup setelah statusnya menjadi awas. Saya juga berharap agar kondisi seperti ini bertahan," kata pria yang sehari-hari juga seorang petani gubis.
Dari pantauan detiksurabaya.com, ramainya wisatawan ini terlihat saat mengabadikan keluarnya abu vulkanik dari dalam kawah Gunung Bromo dan banyaknya kuda sewa yang ditawarkan warga untuk disewakan.
(ze/fat)











































