Thypus, PRT Asal Sumenep Dititipkan Awak Bus

Thypus, PRT Asal Sumenep Dititipkan Awak Bus

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2010 14:39 WIB
Pamekasan - Malang nian nasib Yana (18). Wanita lajang asal Desa Sapeken Kecamatan/Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep ini, ditelantarkan di Terminal Bus Ronggosukowati Pamekasan oleh awak bus PO Haryanto bernopol B 7677 IG.

Saat ditelantarkan di terminal, kondisi putri sulung pasangan Ahmadi (48) dan Lulin (43) itu sangat mengenaskan. Polisi langsung membawanya ke RSD Pamekasan. Yana terindikasi terserang penyakit typhus.

Kepada Kapolsek Tlanakan, AKP Bambang Sugiarto, Yana menuturkan, 7 bulan lalu dirinya diajak Hadi (23), teman se kampungnya mencari kerja di Jakarta. Ironisnya, Hadi malah meninggalkan Yana sesampainya di Terminal Kampung Rambutan Jakarta. Saat itu, Yana tersadar jika dirinya telah menjadi korban penipuan temannya sendiri. Sebab, uang saku yang disimpan di saku tas bajunya dicuri Hadi.

"Jadilah saya tak memiliki uang sepeserpun. Akhirnya saya mengemis di sekitar Terminal Kampung Rambutan. Setelah 2 bulan mengemis, saya akhirnya diterima menjadi pembantu rumah tangga di keluarga keturunan Tionghoa. Saya memanggil bos itu dengan panggilan Tacik," urai Yana kepada Kapolsek AKP Bambang saat di ruang UGD RSD Pamekasan, Jumat (26/11/2010).

Setelah memberikan identitasnya, Yana langsung mendapatkan layanan medik berupa pemasangan slang oksigen murni dan cairan infus. Paramedis terus melakukan observasi kondisi tubuh Yana. "Karena kondisinya sangat lemah, kami terus melakukan observasi," kata Kepala Perawat UGD Bustamin.

Usai membawa Yana ke RSD Pamekasan, AKP Bambang langsung melakukan kontak dengan Kapolsek Sapeken. "Alhamdulillah, pihak Polsek Sapeken meneruskan ke salah seorang anggota DPRD Sumenep yang tinggal di Pulau Sapeken. Kabarnya, anggota dewan itu akan menjemput Yana dan akan membawanya pulang ke Sapeken," jelas Bambang, kepada wartawan di teras UGD RSD Pamekasan.

Selama bekerja sebagai PRT, Yana mengaku tidak mendapat perlakuan buruk dari majikannya. Gaji dan hak normatif sebagai pembantu tetap dinikmatinya. Namun sayang, 2 pekan lalu Yana jatuh sakit. Badannya panas dengan perut maul serasa diiris-iris.

Majikannya lalu membawanya ke dokter. Setelah divonis menderita penyakit typhus, sang majikan berubah dan tega menitipkan Yana ke kondektur PO Haryanto yang kemudian membawanya ke Pamekasan.

"Padahal, majikan saya membelikan saya tiket hingga Terminal Sumenep. Mungkin, awak bus takut saya mati. Sebab, selama perjalanan dari Jakarta hingga Pamekasan, saya lemas tak berdaya. Keringat di tubuh saya terus mengalir meski badan saya menggigil seperti kedinginan. Akhirnya saya diturunkan paksa di terminal Pamekasan," tutur Yana kepada wartawan yang menemui di ruang observasi UGD RSD Pamekasan.

Yana tampak senang saat wartawan mengaku jika ada anggota DPRD Sumenep yang bakal menjemputnya dan membawanya pulang ke rumahnya di Pulau Sapeken. "Terima kasih mas. Sampeyan telah membantu saya untuk segera bertemu dengan ayah dan ibu di Sapeken," pungkas Yana.

Menurut Bambang, pihaknya telah mengambil keterangan awak bus PO Hartoyo. "Sopir dan kondekturnya mengatakan jika dirinya hanya dititipi seorang keturunan Tionghoa agar mengawal Yana hingga ke Madura. Karena kondisi Yana makin parah, akhirnya Yana diturunkan di Pamekasan meski tiketnya hingga Terminal Sumenep," tambahnya.

Lantaran tidak menemukan unsur kriminal, Bambang akhirnya melepas awak bus
PO Hartoyo bersama seluruh awaknya. (fat/fat)
Berita Terkait