Kalapas Kelas II A Kediri Edy Subiantoro membenarkan adanya napi tewas di tempatnya. Korban meninggal Jumat (26/11/2010) sekitar pukul 09.00 WIB dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah sebelumnya mengeluh diare.
Jasad Togar saat ini disemayamkan di kamar jenazah RSUD Gambiran, Jalan Wachid Hasyim, Kecamatan Mojoroto. Pihak Lapas Kelas II A Kediri sudah menghubungi keluarga korban dan melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kediri Kota.
"Awalnya dia berobat karena diare, dan dari sana dokter menganggap dia perlu dirujuk. Tapi belum sampai di rumah sakit dia sudah meninggal dunia," kata Edy membenarkan, saat ditemui wartawan di Lapas.
Edy menambahkan, dalam catatan bagian kesehatan Lapas, Togar diketahui menderita diare sejak Kamis (25/11/2010) sore. Saat itu dia diketahui harus bolak-balik ke kamar kecil, sehingga mengalami dehidrasi yang berlebih dan harus mendapatkan penanganan tim medis.
Sementara dokter Lapas Kelas II A Kediri Kristanti membenarkan kematian salah seorang napi. Meski begitu dia tidak bisa memastikan penyebabnya. Dugaan sementara korban stres hingga berujung diare, karena sudah cukup lama tak dijenguk keluarganya.
"Biasanya minimal 2 minggu pasti dijenguk. Lha ini sudah sebulan lebih dia tidak dijenguk, dan mungkin karena itu dia stres hingga berujung diare," terang Kristanti.
Kristanti memperkirakan Togar meninggal akibat serangan jantung. Indikasinya, kejadian meninggalnya korban berlangsung cepat yakni tak berselang lama pasca dia mendatangi klinik untuk berobat.
"Sejauh ini tidak ada riwayat dia sakit jantung, tapi kemungkinan itu bisa saja muncul. Yang jelas untuk pastinya kami sudah minta rumah sakit melakukan visum luar, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan laporan ke polisi," pungkasnya.
(fat/fat)











































