Sebab dengan kesediaan mengungsi akan meminimalisasi jatuhnya korban. "Kepala desa
dan tokoh adat di sini sudah menyatakan jika warga bersedia diungsikan. Kalaupun
ada yang menolak, kita akan evakuasi paksa," kata Kapolres Probolinggo AKBP Zulfikar kepada wartawan saat menyampaikan kondisi terbaru kondisi Gunung Bromo di
kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Cemorolawang, Probolinggo,Kamis sore (25/11/2010).
Kapolres yang didampingi Dandim 0820 Probolinggo Letkol (inf) Hery Setiono ini
menyatakan bahwa prioritas evakuasi adalah masyarakat. "Karena untuk ternak maupun
harta benda lainnya akan ditanggung pemerintah seperti disampaikan Gubernur Jatim,"
tambah Hery Setiono.
Untuk memuluskan rencana evakuasi, kata Hery Setiono pihaknya bersama unsur Polri dan Pemkab Probolinggo mulai saat ini terus melakukan sosialisasi kepada warga di
sekitar Bromo yang masuk dalam kawasan rawan bencana terutama yang berada dalam
ring I atau radius 3 KM.
"Sejak status waspada saya, bersama unsur terkait sudah melakukan pendataan
sekaligus sosialisasi kepada warga. Kita tak ingin menyepelekan kondisi Bromo meski
warga sekitar menganggap biasa," kata kapolres.
Sedangkan jumlah personil atau anggota Polri dan TNI yang disiapkan saat ini terburuk yakni 100 anggota kepolisian, 100 anggota TNI, 50 relawan dari pemkab Probolinggo dan serta relawan masyarakat. Selain itu, juga disiapkan kendaraan angkut milik warga yakni 176 jeep hartop dan pickup serta truk milik TNI dan Polri.
"Yang pasti kita telah belajar dari pengalaman penanganan bencana dari tempat lain," imbuhnya.
(gik/gik)










































