Karakteristik Bromo Berbeda dengan Gunung Api Lain di Jatim

Karakteristik Bromo Berbeda dengan Gunung Api Lain di Jatim

- detikNews
Kamis, 25 Nov 2010 16:15 WIB
Karakteristik Bromo Berbeda dengan Gunung Api Lain di Jatim
Probolinggo - Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Gede Suantika menilai karakteristik Gunung Bromo berbeda dengan gunung api lainnya baik di Jatim maupun di daerah lain.

Menurut Gede, Bromo mempunyai karakteristik yang luar biasa karena secara tiba-tiba menimbulkan letusan yang disertai material seperti kerikil dan abu.

Gunung yang mempunyai tinggi puncak 2.329 meter dari permukaan laut bisa menimbulkan gempa tremor dengan amplitudo yang sangat tinggi. Gempa tremor di Bromo, normal amplitudo dibawah 10 mm. Namun pada Selasa Sore tiba-tiba menjadi 30 mm.

"Hal ini yang menyebabkan kita menetapkan status Bromo menjadi awas," kata Gede kepada wartawan di Pusat Pengunjung TNBTS di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, Kamis (25/11/2010).

Menurut Gede, rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya terkait penutupan samudera pasir atau lautan pasir yang berjarak 3 kilometer dari kawah Bromo disebabkan ekskalasi letusan Gunung Bromo sepanjang sejarah hanya berada di tempat tersebut.

Gede menuturkan, Gunung Bromo mempunyai periode letusan 4-6 tahun sekali. Dari data yang dimilikinya tercatat, status Bromo awas juga terjadi pada tahun 1994, 1996, 2000, 2004 dan saat ini tahun 2010.

"Sifat letusan Gunung Bromo hanya jatuh di samudera pasir yang membawa material berupa kerikil dan abu yang menyebar di sekitarnya," ungkapnya.

Ketika disinggung menurunkan gempa tremor namun jumlah gempa vulkanik meningkat, Gede menyatakan semua hal itu masih berbahaya dan statusnya tetap awas.

Gede menambahkan terkait alat yang dipasang pihaknya tadi pagi bertujuan untuk mendetektor gerak vulkanologi yang dikandung Bromo. Pihaknya juga berencana mengukur kandungan sulfur oksida tapi upaya gagal karena cuaca di sekitar tidak memungkinkan. (wln/wln)
Berita Terkait