Mereka yang berasal dari sejumlah desa yakni Desa Poteran, Palasa, Cabbiyeh, Essang dan Desa Kombang, Kecamatan Talango, ditemukan selamat setelah berusaha menepi ke perairan Giliyang.
Salah seorang warga Poteran, Razak (31), mengatakan, para nelayan yang sempat diterjang puting beliung itu selamat. Namun, masih trauma dan sulit diajak bicara.
"Pada umumnya, kondisi perahu yang diterjang puting beliung itu hanya mengalami kerusakan kecil, sehingga masih bisa digunakan. Mereka semuanya selamat," kata Razak kepada wartawan di Desa/Kecamatan Talango, Sumenep, Rabu (24/11/2010) malam.
Salah seorang korban, Abd Halim (41), warga Desa Poteran, Talango, Sumenep, menjelaskan, puting beliung tiba-tiba datang dari arah barat.
"Angin kencang itu cukup keras dan sempat menerjang perahu, namun beruntung, masih bisa menghindar dari gumpalan awan hitam yang mempunyai kekuatan merusak," ujar Halim dihubungi wartawan via telepon seluler.
Banyak perahu yang nyaris tenggelam karena oleng. Bahkan, air laut sudah masuk. Namun, masih mampu menjaga keseimbangan dan berusaha menepi ke perairan Giliyang. "Alhamdulillah, masih selamat. Tapi, masih trauma dengan kejadian itu," pungkasnya.
Sebelumnya, sedikitnya 23 perahu nelayan yang sedang mencari ikan di antara perairan Giliyang dan Sapudi disapu puting beliung. Setiap perahu terdapat 5 hingga 9 nelayan.
Para nelayan berangkat dari rumah antara pukul 04.00 WIB, Rabu (24/11/2010) pagi. Menjelang siang, tiba-tiba ada angin puting beliung dan menerjang para nelayan yang sedang melaut tersebut.
(fat/fat)











































