Dari data seismik di pos pengamatan Gunung Bromo, Cemoro Lawang, Ngadisari Kecamatan Sukapura Probolinggo pukul 09.45 WIB, ketinggian asap mencapai kisaran 150 hingga 200 meter. Kondisi ini jauh menurun dibandingkan dengan kondisi pagi tadi yakni 200 hingga 350 meter.
Sedangkan gempa tremor saat ini hanya 2 hingga 3 milimeter. Padahal kemarin mencapai 5 hingga 30 milimeter.
"Kondisinya saat ini kondisinya cenderung menurun. Baik secara visual maupun seismik," kata salah satu petugas pos pengamatan Gunung Bromo, Cemoro Lawang, Ngadisari Kecamatan Sukapura Probolinggo, Ahmad Subhan kepada detiksurabaya.com, Rabu (24/11/2010).
Turunnya aktivitas ini, kata Subhan, mempunyai 2 kemungkinan yang patut diwaspadai. Yakni benar-benar menurun dan Gunung Bromo menyimpan energi.
"Yang patut diwaspadai adalah kemungkinan kedua. Karena ditakutkan sewaktu-waktu energi yang dikumpulkan dimuntahkan secara tiba-tiba," jelasnya.
Dari pantauan detiksurabaya.com sekitar pukul 10.00 WIB, aktivitas Gunung Bromo masih terus mengeluarkan asap putih pekat dan mengarah ke barat daya. Bahkan saat ini cuaca di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terpantau mendung, akibat kepulan asap dari aktivitas gunung.
(ze/fat)










































