Bahkan di sekitar kaki Bromo juga terdapat 3 pedagang bakso dan 2 jasa penyewaan kuda. Tentu saja kehadiran wisatawan tersebut membuat petugas kepolisian dan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mendatangi mereka dan menghalaunya. Sekitar 10 petugas dari kepolisian dan TNBTS menghalau para wisatawan tersebut.
Dari data yang diperoleh, wisatawan asing tersebut sebanyak 4 orang berasal dari Belgia dan 5 wisatawan lokal berasal dari Jakarta. Mereka mengaku masuk ke kaki Bromo melalui jalur Nongko Jajar, Pasuruan, yang ternyata lokasi tersebut masih belum ditutup sehingga memudahkan mereka mendekati kawasan bahaya.
Salah satu wisatawan asing, Jill, mengaku sangat senang bisa naik hingga ke bibir kawah dan melihat asap meski dirinya sudah tahu jika kawasan tersebut
ditutup dan dilarang untuk didekati.
"Saya nggak takut, saya tahu kondisi bahaya ini dari televisi. Bahkan saya senang bisa lihat asap dari dekat," kata Jill di kaki Bromo kepada detiksurabaya.com, Rabu (24/11/2010).
Hal senada juga diungkapkan salah satu wisatawan lokal, Susi. Susi mengaku bahwa dia bersama 4 temannya melakukan perjalanan ke kaki Bromo sejak pukul 05.00 WIB pagi dan tidak ada satu pun petugas yang mengahalanginya dar jalur yang tidak tertutup dari Pasuruan.
"Saya masuk ke sini tadi pagi. Saya nggak takut dan ternyata memang tidak ada apa-apa di sini," ujar Susi. (iwd/wln)










































